Rabu, 27 Juni 2018

KESERUAN NADA UNTUK ALAM 2018 DI BUKIT LENTERA

Nada untuk alam 2018

Halloooo, kali ini gue mau cerita tentang keseruan event musik di kota gue dong tentunya. Jadi, tanggal 23 Juni kemaren gue pergi ke salah satu event musik "Nada Untuk Alam(NUA) 2018". Nah, sebelumnya, gue mau ngasih tau kalian dulu nih tentang "Nada Untuk Alam itu apa sih???".  Jadi, Nada Untuk Alam ini adalah satu event musik yang diadakan setiap satu tahun sekali. Dan setau gue sih ini tahun ke-4 mereka menyelenggarakannya. Nada Untuk Alam ini diselenggarakan oleh kumpulan anak muda yang menyukai musik, Morning Art namanya.


Pertama kali gue hadir di Nada Untuk Alam itu pas tahun 2017 yang diadakan di Tahura Sultan Adam. Dari event-event yang sudah diadakan sih NUA ini emang temanya selalu dekat dengan alam. Yep, itulah yang gue suka. Karena, menurut gue acara-acara konser dipanggung mewah, tengah kota, dan sebagainya itu udah terlalu mainstream banget. Nah, makanya gue penasaran nih sama acara NUA ini. Dan pada saat tahun 2017 gue hadir di NUA, acaranya seru banget. Cerita NUA 2017 sih gue lupa buat menceritakannya, makanya gue mau menyempatkan bercerita tentang NUA 2018 ini.

Nada Untuk Alam 2018 ini mengusung tema "Summer Breakout" yang artinya bersenang-senang saat liburan. Kebetulan banget nih momennnya setelah lebaran, jadi sebelum penat sama rutinitas kampus-konsul-tugas akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke acara ini. Meskipun cuman berdua, iyap berdua. Gak berdua sama pacar kok, sama teman aja. Lagian NUA kali ini diadakannya di Bukit Lentera ya jaraknya lumayan dekatlah sama rumah. Acaranya dimulai dari jam 3 siang loh, tapi karena gue lagi ada kesibukan baru kesana sekitar jam 7 malam.

NADA UNTUK ALAM 2018

Saat gue datang ke event NUA ini disuguhkan dengan kelap-kelip pemandangan lampu kota Banjarbaru loh. Karena, Bukit Lentera ini emang tempat yang menurut gue keren diatas bukit ini kalian bisa liat keindahan Kota Banjarbaru. Selain pemandangan yang indah, tempat di bukit ini juga lumayan luas. Dan untuk akses jalannya pun tidak susah, bahkan tempat parkirnya juga tidak terlalu jauh dengan panggung.



Ada yang berbeda dari event sebelumnya,  NUA 2018 ini emang mengusung band-band lokal saja dan untuk tiketnya pun gratis. Band-band lokal yang ada di event NUA ini yaitu Hang Over, Sketsa Semesta, Before The Dawn, Sound of Summer, Pena Galuh, Mars and Venus, We The Band, Sadulur Project, Higgs, Islan, Reggae In. Selain ada band lokal di NUA ini juga ada Shape Traditional Music dan juga Deny Nugraha.

Meskipun berbeda dari tahun sebelumnya, Nada Untuk Alam ini tidak kehilangan penggemarnya. Semakin malam penonton pun terus berdatangan, menurut gue yang datang banyak kok. Bahkan, dengan diadakannya di Bukit Lentera ini para penonton bisa loh menginap disini jadi pada saat acara berakhir gak pulang. Tapi, sayangnya gue kagak ada persiapan sih pas kesana. Padahal kalau nginep pasti asyik, menikmati sunrise. 

Di event ini sudah tersedia berbagai fasilitas loh diantaranya ada mushola, toilet, booth merchandise dan juga ada booth makanan minuman. Jadi, penonton tidak perlu susah payah untuk turun mencari makanan atau minuman, karena sudah tersedia disana. Dan juga ada camping ground yang sudah disediakan buat para penonton yang ingin menginap disana. 

Event ini juga banyak bagi-bagi merchandise gratis loh, jadi penonton yang ditunjuk maju ke depan untuk menjawab kuis yang dibawakan oleh MC. Malam semakin larut, tapi keseruan di event ini tidak berakhir. Band-band lokal bergantian menghibur penonton dengan suara merdunya. Dan yang paling gue suka itu pas Mars and Venus, duh suara vokalisnya itu loh merdu banget menambah suasana romantis malam itu. Dan NUA kali ini juga agak berbeda dari sebelumnya, jika tahun kemaren penutup dengan musik reggae. Tapi, kali ini closing ceremony Nada Untuk Alam disuguhkan dengan musik EDM yang dibawakan oleh Deny Nugraha.



Closing malam itu emang petcahh banget sih menurut gue, hiburan banget sih dikala penatnya rutinitas. Penonton pun hanyut dibawa oleh alunan musik DJ, dan seakan-akan tidak ingin beranjak dari event ini. Tapi, karena malam semakin larut dan acara pun akhirnya berakhir dengan senyum puas penonton yang sudah menghabiskan bersenang-senangnya malam itu menikmati alunan-alunan musik yang disuguhkan.

Oh iya gue juga senang sih, Nada Untuk Alam ini MC-nya tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan penonton yang hadir agar tidak membuang sampah sembarangan dan memungut sampah yang berserakan disekitar tempat duduk. Hal kecil sih, tapi tetap ya ini suatu hal yang besar banget karena sedikit demi sedikit mengajak penonton yang hadir tetap menjadi penonton yang bijak "tidak membuang sampah sembarangan".

Event ini sudah membuktikan kalau band-band lokal bisa kok menjadi juara di hati anak muda dan tidak kalah dengan band-band besar di luar sana. Nada Untuk ALAM 2018 emang pecahh banget, seruuu banget! Sampai ketemu di Nada Untuk Alam 2019 nanti dengan keseruan yang baru. 
This entry was posted in

4 komentar:

  1. Kayaknya asyik deh ya acaranya? Kan udah terlalu mainstream klo ditempat megah ya kan? Hehe

    Salut juga untuk MC nya yg selalu ingetin untuk penonton agar tidak membungm sampah sembarang. Keren!

    BalasHapus
  2. wah emang konser begini itu seru ya, apalagi masuknya gratis. Walopun diisi sama band lokal tapi kalau bermutu juga fine fine aja..itung itung buat menambah pengalaman di saat muda. Karena nanti kalau udah hamil macam saya ini, udah pasti males liat liat bandd segala...hehehhe..

    BalasHapus
  3. Wah, di banjarbaru kah nih acaranya? Haduh urang Kalsel kada tau nah, jauh pang dari marabahan. Wahini bediam di Tangerang pulang ulun, kd kw nah mendatangi. Doakan kena bisa begawi di sekitaran situ sekira kawa mendatangi nada untuk alam edisi-edisi nang kena, Amin :D

    BalasHapus
  4. Aku mikir keras banjarbaru itu di kalimantan bener gak sih? 😂 emang menurutku apapun yang berkaitan dengan alam selalu menarik buat diikuti 😀

    BalasHapus